jurnal transformasi.>>arti sukses
>> Selasa, 08 November 2011
Tidak hanya bacaan, pergaulan juga membuat saya terbiasa menerima berbagai konsep sukses yang di definisikan berbagai orang. Tergantung bidang pergerakan mereka. Motivator yang menggalinya dari khasanah berbagai literatur dunia seperti sistem spritualitas barat dan timur, menekankan konsep sukses secara batiniah. Guru-guru spritual yang berangkat dari pemahaman agama yang mereka anut, mengaitkan sukses sebagai kesimbangan antara hidup di dunia dan di akhirat. Beberapa entrepreneurs mengaitkan sukses dengan prestasi perusahaan mereka.
Jadi arti sukses itu tergantung pada tingkat pemahaman, serta nilai-nilai apa yang mereka anut serta mendominasi pikiran.
Yang paling menarik adalah bahwa setiap orang menginginkan sukses tapi punya aturan-aturan berbeda tentangnya. Seorang executive yang mempunyai istri cantik, anak-anak gagah dan cantik, properti dimana-mana dengan tabungan ribuan ribu dollar, menurut saya sudah memenuhi syarat di sebut sukses, minimal secara finansial. Nyata dia merasa sendirian diatas puncak dunia dan memilih menjalani hidup yang menurut pemahaman saya sangat aneh. Seolah kiamat akan datang kalau dia berhenti bekerja, dia terus memacu diri untuk bekerja keras, menikah resmi tapi juga punya kekasih dari jenis kelamin yang sama.
Ada lagi, lelaki sederhana, artinya tidak memiliki apapun dari si eksekutif, tapi merasa dirinya sukses karena sedang menjalani hidup seperti yang dia suka. Bahwa dia bisa bangun setiap pagi tanpa kekurangan sesuatu apa, memulai kembali siklus rotasi bumi, dan senantiasa bersyukur diberi kesempatan merawat sayur mayur subur yang tumbuh di kebunnya.
Jika benang merah dari sebuah sukses adalah membawa orang ke jalan bahagia, lelaki terakhir sudah pasti akan diamini banyak orang sebagai pribadi sukses.
Tapi yang menarik untuk saya adalah mengapa kita memiliki aturan-aturan berbeda untuk konsep yang sama?
Lelaki pertama yang saya temui dalam cerita disuatu majalah tampaknya memiliki aturan-aturan sangat luas tentang arti sebuah sukses. Kepemilikan yang pasti akan meletakannya saya diatas diatas puncak dunia, ternyata tidak serta merta membuat dia subscribe ke gerbong sukses dan berbahagia di dalamnya. " Di dalam sini selalu ada kepedihan yang tidak mampu saya kenali " Katanya menunjuk ke dada. " Saya pikir saya belum sukses!"
Saya tidak mengerti bagaimana cara dia dibesarkan dimasa lalu, tapi seperti semua orang, kita selalu punya lubang-lubang dalam jiwa yang menuntut pemenuhan. Kebun sayur subur yang menghidupi keluarga sederhana lelaki ke-2 tampaknya memberi keterpenuhan sehingga dia merasa sukses, yang tidak dialami oleh lelaki-1 walau bisa membeli apapun isi dunia dengan uang.
Jawaban pertanyaan saya tadi mungkin harus dicari lewat pertanyaan kembali, mengapa terjadi lubang-lubang dalam jiwa kita? Apakah lubang-lubang tersebut tejadi karena kita memiliki nilai-nilai tertentu atau lubang-lubang tersebut yang membentuk nilai-nilai kita?
Tapi apapun lah itu, sukses hanya terjadi ketika ketika kita berhasil memuaskan hasrat-hasrat terdalam yang diinginkan oleh batin yang membentuk lubang-lubang tadi. Caranya adalah mencari tahu lalu memutuskan apa yang menjadi hasrat terdalam tersebut. Itu lah nilai-nilai tertinggi yang patut di perjuangkan dan yang telah diperjuangkan oleh para pengukir sejarah hingga mereka dikenang hingga saat ini.
Wallahu'alam bishawab


0 komentar:
Posting Komentar