Sukses dengan Kemanfaatan Ilmu
>> Selasa, 08 November 2011
UKURAN kesuksesan adalah subjektif. Sukses menurut diri sendiri belum tentu sukses menurut orang lain. Tetapi, dalam pandangan umum, yang sering digunakan sebagai tolok ukur kesuksesan adalah pekerjaan yang layak, kekayaan, dan jabatan yang tinggi.
Namun, tolok ukur sebenarnya dari kesuksesan adalah kita sendiri. Kesuksesan diukur dari bagaimana kita mencapai tujuan yang kita harapkan.
Seseorang dapat dikatakan sukses apabila ia telah mencapai apa yang menjadi tujuannya yang telah dibarengi dengan usaha.
Sebagaimana dalam studi, kesuksesan dapat dilihat dari tujuan dalam studi tersebut. Apabila tujuan telah tercapai, maka dapat dikatakan telah sukses.
Dalam studi, tentu tujuan setiap orang berbeda-beda.
Ada yang menginginkan pekerjaan yang layak setelah lulus, menginginkan martabat yang lebih tinggi di masyarakat, kekayaan, dan lain sebagainya, sehingga seseorang akan dikatakan sukses jika telah mendapatkan pekerjaan yang layak, mendapatkan martabat yang lebih tinggi dalam masyarakat, mendapatkan jabatan yang tinggi, dan sebagainya.
Namun, esensi dari studi adalah ilmu yang diperoleh. Parameter dari keberhasilan dalam studi adalah ilmu.
Sementara tujuan utama dari mencari ilmu adalah kemanfaatan ilmu tersebut, sehingga kesuksesan dalam studi adalah bagaimana ilmu yang didapatkan bisa memberikan manfaat yang riil, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Secara realita, kemanfaatan ini memang sulit diukur.
Hanya diri sendiri yang dapat mengukur apakah kita telah sukses atau belum.
Takaran sukses dilihat dari pencapaian tujuan. Alangkah baiknya sejak awal studi sudah diniatkan dengan tujuan yang baik yang dapat memotivasi dalam studi, sehingga pada akhirnya dapat sukses dengan membawa ilmu yang bermanfaat.


0 komentar:
Posting Komentar